Mahasiswa KKN Tematik UHO Perkenalkan Microwave kepada Masyarakat Kolaka Timur 

  • Bagikan

Kolaka Timur, sibernas.id – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) memanfaatkan enegi microwave dari oven microwave untuk mengolah limbah pertanian menjadi produk bermanfaat. Kegiatan dilakukan dengan memperkenalkan dan melatih masyarakat yang ada di Desa putemata Kecamatan Ladongi Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lokasi KKN yang berada di Desa Putemata yang sebagian besar warganya petani menyebabkan terdapat bahan baku limbah pertanian yang berlimpah. Selain struktur masyarakat yang mayoritas transmigrasi Jawa dan Bali tempat mahasiswa KKN dapat berinteraksi dan memahami budaya dan tradisi mereka, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat desa ini.

Salah satunya memperkenalkan teknologi microwave dan pemanfaatannya untuk keperluan dapur seperti memasak dan memanaskan makanan serta menggunakan microwave untuk membuat briket arang dari limbah hasil pertanian.

Mahasiswa juga membantu dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan-kegiatan Desa serta mengajak warga desa Putemata terutama pemuda-pemudi untuk lebih berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ada didesa yang dalam KKNT ini terbagi kedalam tiga bidang yaitu bidang keagamaan, bidang sosial dan bidang teknologi.

Dalam pembagian bidang tersebut kami melaksanakan program kegiatan yang telah disesuaikan dengan masalah dan solusi yang di tawarkan.

Di bidang teknologi, pelaksanaan demonstrasi fungsi dan penggunaan microwave sebagai alat dapaur untuk memaasak dan memanaskan makanan kepada masyarakat Desa Putemata serta memberikan seosialisasi mengenai penggunaan oven microwave sebagai alternatif pembakaran briket arang dengan menggunakan bahan dasar limbah pertanian seperti sabut kelapa dan tempurung kelapa.

Hal ini kami lakukan agar masyarakat Desa Putemata mengetahui cara penggunaan microwave sebagai alat dapur untuk memasak dan memanaskan makanan serta penggunaannya dalam mengelolah bidang pertanian menjadi briket arang.

Salah satu dosen pembimbing lapangan (DPL), Prof. I Nyoman Sudiana menjelaskan bahwa teknologi microwave yang umumnya di Indonesia hanya untuk memasak perlahan sudah mulai diaplikasikan di bidang lain yang bermula dari hasil-hasil penelitian di Perguruan Tinggi. Karena penggunaan yang mudah dan efisien aplikasi teknologi ini sangat menarik dimasa depan.

Beberapa contoh aplikasi seperti memasak makanan yang bersih dan cepat, pembuatan briket, keramik, reaksi kimia, pengeringan dll.

“Selain lebih cepat dibanding metode konvensional, kualitas makanan, briket dan keramik hasil microwave juga memiliki keunikan dan menarik untuk diteliti,”tambah I Nyoman, Sabtu (26/8).

 

  • Bagikan