Sejumlah Tokoh Tolaki Satukan Presepsi Rencana Pembangunan Taman dan Monumen Kalosara

  • Bagikan
replika

Kendari, Sibernas.id – Sejumlah tokoh Masyarakat Tolaki di Kendari menggelar Focus Group Discission (FGD) membahas rencana pembangunan taman kalosara dan monumen kalosara oleh pemerintah Kota Kendari, di depan halaman kantor Wali Kota Kendari, Kamis.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi pada masyarakat Tolaki tentang bentuk, makna dan kedudukan Kalosara dalam kehidupan orang Tolaki.

Pembangunan taman kalosara dan monumen kalosara merupakan wujud pemerintah daerah Kota Kendari dalam menjaga dan melestarikan budaya suku Tolaki.

Mereka yang dihadirkan dalam kegiatan FGD tersebut dinilai memiliki kemampuan dari sisi pengalaman dan keilmuan tentang budaya orang Tolaki khususnya budaya KALOSARA.

Tokoh-tokoh dari suku Tolaki memiliki pengalaman yang cukup baik, karena selama ini mereka adalah tokoh-tokoh etnik Tolaki sangat intens menjaga, mengkaji dan memelihara budaya suku Tolaki.

Dalam FGD tersebut disimpulkan bahwa dalam budaya Orang Tolaki dikenal benda Budaya yang disebut “KALO”, yang terdiri dari dua bentuk yakni : kalo hoalu (SARA WONUA) atau Kalo Delapan dan Kalo o’aso(SARA MBEDULU).

Kalo satu, kalo hoalu disebut juga Kalo wonua merupakan kalo yang digunakan urusan penyelenggaraan kedaerahan termasuk dalam penyelenggaran pemerintahan. Sedangkan kalo O’aso atau kalo mbedulu, kalo ini digunakan dalam kegiatan acara perkawinan pada masyarakat Tolaki, pertemuan raja.

Adapun Tokoh-tokoh yang dimaksud adalah:
Drs. H. Masyhur Masie Abunawas, M. Si, mantan Wali Kota Kendari dua periode dan Ketua DPP Provinsi Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara.
Ny. Hj. Meike Anas Bunggasi mantan istri Bupati Kabupaten Kendari, mantan anggota DPRD Kota Kendari
Drs. Basaula Tamburaka, pensiunan ASN, banyak menulis buku-buku tentang budaya suku Tolaki.
Drs. Bisman Saranani, M.Si, pensiunan ASN, banyak mengetahui dan memahami tentang budaya suku Tolaki, serta menjabat sekretaris DPP Provinsi Lembaga Adat Tolaki (DPP-LAT) Sulawesi Tenggara.
Dr. Basrin Melamba, SS., MA, akademisi, konsen mengkaji kebudayaan Tolaki.

Selain Tokoh dan akademisi orang Tolaki, pada kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Kota Kendari, Kepala Bappeda serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

  • Bagikan