Bergema di Buton Selatan, Kakanwil Kemenag Minta Guru PAI Jadi Duta Moderasi Beragama

  • Bagikan
Launching moderasi beragama di MTsN 4 Buton Selatan

Buton Selatan, Sibernas.id – Dari Buton Selatan, Gerakan Moderasi Beragama di Madrasah Menuju Tahun Toleransi 2022 tingkat Kabuoaten Buton Selatan telah bergema setelah secara resmi dilaunching oleh Bupati Buton Selatan diwakili Asisten I, Zainal bersama Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Zainal Mustamin, pada Jumat (3/11).

Gerakan Moderasi Beragama di Madrasah Menuju Tahun Toleransi 2022 dipusatkan di MTsN 4 Buton Selatan, dan ditandai dengan pemukulan gendang bersama. Turut hadir Kepala Kemenag Busel, H. Mukhtar, Kadis Diknas Kab. Buton Selatan, Babinsa, Bhabinkantibmas, segenap Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan majelis taklim se Kab. Buton Selatan.

Dalam kesempatan itu Kakanwil kemenag sultra juga melantik pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Buton Selatan.

“Saya menyerukan kepada para guru agama islam di Buton Selatan ini agar menjadi Duta Moderasi Beragama di lingkungan masing-masing,” kata Zainal Mustamin.

Kakanwil juga menitip pesan kepada pengurus AGPAII agar mendampingi dan  membimbing generasi. Diantaranya melalui program yang menyentuh generasi, seperti program Cinta Kepada Masjid agar mereka tidak berjalan terlalu jauh tanpa bimbingan.

“Guru-guru agama di sekolah jangan melepas tanggungjawab bahwa pendidikan hanya sekedar di ruang kelas namun juga di masyarakat,” katanya.

Tetapi kata dia, Guru PAI mereduksi pendidikan menjadi pengajaran dan mereduksi pengajaran menjadi pembelajaran di kelas, mereduksi pembelajaran di kelas dengan dua jam pelajaran. Kita harus membangun karakter generasi sehingga mereka bisa bergaul dan berkompetisi di dunia luar.

“Sehingga, kolaborasi ini membutuhkan dukungan pemerintah, orangtua siswa dan masyarakat untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut,” katanya.

Kakanwil juga menyinggung terkait Visi Pemerintah Daerah Kab. Buton Selatan yaitu Busel Beradat yang merupakan akronim dari berdikari, religius, aman cerdas dan transparan, beririsan dengan gerakan Kemenag Sultra Bersahabat (Bersih, Religius, Santun, Harmonis, Berbasis Teknologi).

“Jika visi ini dikawinkan di Kab. Buton Selatan, maka akan mensukseskan visi Menteri Agama dan visi Presiden RI,” ungkap Kakanwil disambut tepuk tangan tangan hadirin.

Kakanwil menilai, Busel Beradat merupakan visi yang sangat cemerlang yang terinspirasi dari  firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab (surat ke-33)  ayat 72 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.”

“Sebahagian ahli menafsirkan dua makna amanat yaitu amanat sebagai khalifatullah dan amanat sebagai Abdullah atau hamba Allah. Visi Busel Beradat yang berdikari dan religius, menandakan Pemerintah Busel menyadari betul akan adanya tugas kehambaan untuk mengantarkan masyarakat Buton sebagai hamba Allah yang taat kepada Tuhan, sebagai  masyarakat yang berdikari dan religius,” paparnya.

Kakanwil menambahkan, akronim aman cerdas dan transparan itu adalah implementasi dari visi khalifatullah menjadikan pemimpin masyarakat Buton sebagai wakil Tuhan dimuka bumi.

Maka ini keseimbangan yang luar biasa. Dari visi ini kita bisa menangkap makna yang sangat dalam cita-cita besar masyarakat Buton Selatan melalui pemimpinnya dalam visi memberikan gambaran yang sangat luas.

“Ini bersinggungan dan beririsan dengan gerakan Kemenag Sultra Bersahabat diinspirasi dari Hablumminallah santun harmonis yang diinspirasi dari Hablumminannas, dan berbasis teknologi yang diinspirasi dari respon terhadap kemajuan dunia, ilmu pengetahuan dan sains. Sehingga jika irisan ini dipertemukan akan sangat membantu tugas Bupati melalui Kementerian Agama,” katanya.

Ia berharap supaya kutub liberal dan radikal yang tumbuh dimasyarakat harus kembali ditarik ke tengah. Ada pemikiran radikal yang sangat kaya dengan teks Al Quran dan hadits, dan ada pemikiran liberal yang  memiliki kekuatan akal atau logika.

“Kita ingin tarik ke tengah melalui ajaran yang wasathiah dan moderat,” imbuhnya.

Kakanwil menyebut, kehadiran Islam di tanah Buton bersentuhan dengan masyarakat tanpa perpecahan dan penuh kedamaian. Sehingga, ASN Kemenag harus memiliki persepsi dan perspektif mendukung Pemda dan menjaga marwah daerah.

“Tugas itu akan terukur dan sistematis jika dimulai dari dunia pendidikan. Saya mengapresiasi launching Moderasi Beragama di Madrasah yang ada di Buton Selatan yang terbilang sangat cepat, yakni hanya berselang 20 hari setelah launching perdana pada 13 November lalu di Kendari,” ujarnya.

Sehingga lanjut Kakanwil, diharapkan guru PAI dan guru madrasah menjadi duta moderasi beragama. Mengajarkan di sekolah baik secara kurikuler, ko kurikuler maupun ekstra kurikuler. Implementasikan dalam karakter mulia, beradab dan Bersahabat yang diajarkan secara terstruktur dan sistematis agar generasi memiliki karakter yang unggul.

“Ini adalah upaya kita disamping membangun kecerdasan intelektual juga kecerdasan batin yang mulai harus dibangun dari dunia pendidikan,” sebutnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Urais dan Binsyar, Jamaluddin, Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan, Sitti Mardawiah Kasim, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H Muhammad Saleh, Kepala Kemenag Kab. Buton, H. Mansur, Kamad Madrasah Negeri dan Swasta serta seluruh ASN lingkup Kemenag Busel.

  • Bagikan