Mengenang 40 Hari Kepergian Sang Istri, Gubernur Sultra Gelar Ritual “Pekandeana Ana-ana Maelu”

  • Bagikan
Asrun lio

Kendari, Sibernas.id – Ritual memberi makan kepada anak yatim piatu dengan cara suapan merupakan salah satu ritual ‘Pekandeana ana-ana Maelu warnai peringatan 10 Muharam 1443 Hijriah, sekaligus memperingati 40 hari kepergian almarhumah Hj Agista Ariany Bombay (istri Gubernur Sulawesi Tenggara, H Ali Mazi)  di salah satu panti asuhan di Kendari, Sabtu.

Selain melakukan ritual Pekandeana Ana-Ana Maelu, Gubernur Provinsi Sultra juga menyerahkan santunan anak yatim piatu di Panti Asuhan Alfitrah berupa uang pembinaan kepada pimpinan pondok pesantren.

Penyerahan tersebut dilakukan oleh Pembina KKBB Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD mewakili Gubernur Provinsi Sultra, H Ali Mazi SH, yang menyerahkan kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan ritual tersebut.

Drs Asrun Lio MHum PhD yang juga merupakan Ketua Dewan Penasehat Rukun Keluarga Moronene Sultra itu mengatakan, tradisi Pekandeana Ana-Ana Maelu ini merupakan tradisi Kesultanan Buton yang dilaksanakan sejak masuknya ajaran islam di kesultanan tersebut, dan terus dilakukan selama empat abad lebih, sehingga sampai kini masyarakat Kota Baubau maupun Buton Provinsi Sultra terus mempertahankan tradisi ini.

Akademisi asal Moronene Bombana ini melanjutkan, melalui tradisi memberi makan anak yatim piatu tersebut maka Gubernur Provinsi Sultra, H Ali Mazi SH secara pribadi mengenang 40 hari kepergian sang istri, yang tepatnya jatuh pada hari ini, Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 di Panti Asuhan Alfitrah, yang juga telah memasuki Hari Asyura termasuk Bulan Muharam 1443 Hijriah.

“Tradisi ini sering dilakukan warga Kota Baubau maupun Buton untuk memperingati 10 Muharam, meminta keselamatan kepada Allah SWT melalui doa-doa para anak yatim piatu, agar tidak lagi menderita dan dijauhkan dari bala maupun bencana, demikian juga harapan Gubernur Provinsi Sultra agar masyarakat Sultra cepat terhindar dari Virus COVID-19, yang kini tengah melanda hampir seluruh wilayah di dunia,” terang Kadis Dikbud Sultra ini.

Lulusan S3 The Australian National University (ANU), Canberra ini mengungkapkan, jika secara pribadi maupun Pembina KKBB Provinsi Sultra dirinya merasa terhormat mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan ritual tersebut, dalam rangka mengenang kepergian Almarhumah Hj Agista Ariany Bombay SE, yang bertepatan dengan Bulan Muharam dan Hari Asyurah.

“Bapak H Ali Mazi SH  mengharapkan doa dari anak-anak yatim piatu, yang kebetulan hari ini bertepatan dengan peringatan 40 hari berpulangnya istri beliau. Saya mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan ritual ini, yang dilaksanakan di luar Rujab Gubernur Provinsi Sultra.

Tentu kegiatan doa bersama juga tetap terlaksana di kediaman beliau, baik dari hari pertama hingga hari ke-40. Mewakili pihak keluarga, kami pun tak henti-hentinya meminta doa tulus dari masyarakat Sultra untuk alm Ibu Hj Agista Ariany Bombay SE,” terangnya lagi.

Dia pun meyakini, melalui kebahagiaan yang dirasakan oleh anak-anak yatim piatu akan perhatian dari pemerintah baik secara institusi maupun pribadi, walaupun nilainya tidak seberapa, insya Allah dapat bernilai ibadah. Terlebih sesuai pesan Baginda Rasulullah agar tak lupa memuliakan anak yatim.

“Di dalam ritual ini, anak yatim mendapatkan kasih sayang, seperti menyuapi makanan hingga memberikan santunan. Melalui ritual Pekandeana Ana-Ana Maelu, semoga anak-anak yatim piatu ini merasa bahagia karena mendapatkan perhatian.

Dan melalui kebahagian tersebut dapat menghantarakan harapan dan doa para Pimpinan Pemprov Sultra kepada sang pencipta, agar selalu diberi kekuatan dan kesehatan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, daerah segera terhindar dari Virus Covid-19, dan alm Ibu Hj Agista Ariany Bombay SE mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin,” pungkasnya.

  • Bagikan