Kakanwil Kemenag Bersama Rektor IAIN Kendari Bangun Sinergitas Pengembangan Moderasi Beragama

  • Bagikan
Kakanwil Kemenag Sultra bersama Rektor IAIN Kendari

Kendari, Sibernas.id – Moderasi beragama adalah cara pandang dalam beragama secara moderat yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan (pemahaman agama yang sangat kaku) maupun ekstrem kiri (pemahaman agama yang sangat liberal).

ASN Kemenag memiliki kualitas dan kapasitas diri sebagai teladan dan poros penggerak moderasi beragama. ASN Kemenag diharapkan mampu membendung sikap radikalisme yang tumbuh dimasyarakat berdasarkan aspek nilai dasar Kemenag.

Terkait hal itu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Zainal Mustamin didampingi Pejabat Administrator melakukan silaturrahmi sekaligus sinergitas program dengan Rektor IAIN Kendari, Faizah Binti Awad, bertempat di ruang Kerja Rektor, Kamis (20/1/2022).

Pertemuan tersebut membahas kerjasama pengembangan Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dan Program Keumatan, serta tak kalah pentingnya, mengenai pengarusutamaan Moderasi Beragama di lembaga pendidikan, khususnya di IAIN Kendari.

Kakanwil mengatakan, Kanwil dan IAIN diharapkan bersinergi dalam pengembangan Moderasi Beragama. Karenanya, pihak kampus dapat menjadikan Moderasi Beragama sebagai salah satu isu utama dalam aktifitas belajar mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat, dengan fokus pada kajian keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan.

“Pemahaman tentang Moderasi Beragama di kalangan pelajar dan mahasiswa harus ditanamkan sedini mungkin. Karena, usia mereka sangat rentan terpengaruh oleh aliran ajaran agama yang ekstrim dan mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang bisa merusak mental generasi,” jelas Kakanwil.

Terkait hal ini, maka Kakanwil mengajak agar mahasiswa memiliki bekal pengetahuan Moderasi Beragama. Sehingga, bagi mahasiswa IAIN yang melaksanakan PPL bisa mensosialisasikannya di lingkungan manapun dia ditempatkan.

“Kehadiran mahasiswa ini dibutuhkan, mereka bisa berkolaborasi dengan penyuluh-penyuluh agama yang ada di rumah-rumah ibadah untuk mencegah arus pemikiran non moderatif yang berkembang di rumah-rumah ibadah,” tambahnya.

Kakanwil berharap, kehadiran mahasiswa ini bisa terdistribusi dengan baik di lapangan dan memenuhi sasaran sehingga hasilnya bisa efektif, sebagai bentuk konfigurasi antara kampus dan instansi. Konsepnya, antara kualitas dan kuantitas bisa terjaga di lapangan.

“Kami juga mengharapkan dukungan IAIN dalam mendorong gerakan Kemenag Sultra Bersahabat (Bersih, Religius, Santun, Harmonis, Berbasis Teknologi) dalam bingkai 3B (Bersama, Bersatu, Bersaudara),” pungkasnya.

 

  • Bagikan