11 Anggota NGO Dari Perancis Kunjungi Mini Bank Sampah IAIN Kendari

  • Bagikan

Kendari, Sibernas.id – Sebanyak 11 anggota Naturevolution Organization yang merupakan sebuah organisasi pegiat lingkungan dari Perancis, berkunjung ke Mini Bank Sampah yang terletak di Lantai I Gedung FUAD IAIN Kendari, Kamis (28/7/2021).

Institue Agama islam negeri (IAIN) Kendari, melalui Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengembangkan MIni Bank Sampah sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan.

Dekan FUAD, Dr. Nurdin Karim, M.Pd, mengatakan pendirian Mini Bank Sampah merupakan bentuk kepedulian sivitas akademika IAIN Kendari khususnya FUAD terhadap lingkungan.

“Hal ini berdasarkan hasil riset pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam pada 2021 lalu tentang manajemen komunikasi dan pengelolaan sampah di Kota Kendari,” kata Nurdin Karim.

Menurut dia, Mini Bank Sampah merupakan salah satu bentuk dakwah lingkungan yang dilakukan oleh FUAD untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan.

“Dengan adanya mini bank sampah ini diharapkan masyarakat sekitar kampus khususnya sivitas akademika tidak lagi membuang sampah sembarangan tetapi dikumpul dan dipilah lalu dibawa ke Mini Bank Sampah FUAD agar lebih bermanfaat,” katanya.

Plt Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD IAIN Kendari, Yusyrifah M.I.Kom yang merupakan penggagas program Mini Bank Sampah ini menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memajukan Mini Bank Sampah FUAD agar lebih bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi institusi.

“Kami telah merumuskan beberapa program terkait Mini Bank Sampah ini diantaranya Koperasi Mini Bank Sampah, Integrasi Kurikulum, Kelas Pembuatan Daur Ulang Sampah dan Aktifitas Sosial, semoga bisa segera terlaksana,” harapnya.

Ia menjelaskan, Mini Bank Sampah FUAD saat ini telah memiliki volunteer yang merupakan mahasiswa dari seluruh fakultas lingkup IAIN Kendari.

“Mereka aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya sivitas akademika agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jenis sampah yang dapat dikumpulkan merupakan sampah yang dapat didaur ulang antara lain berupa botol plastik, plastik kemasan makanan, kardus dan kertas bekas,” katanya.

Sampah yang telah terkumpul katanya, dapat diantar langsung ke Mini Bank Sampah FUAD atau dijemput oleh para volunteer, tabungan sampah tersebut kemudian akan diberikan kepada pengelola sampah kota Kendari dan hasilnya akan menjadi tabungan dana bagi Mini Bank Sampah FUAD.

“Tabungan tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa kurang mampu yang membutuhkan tambahan biaya pendidikan,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan apresiasi dari pihak pimpinan IAIN Kendari maupun 11 anggota Naturevolution Organization yang merupakan sebuah organisasi pegiat lingkungan dari Perancis, berkunjung ke Mini Bank Sampah yang terletak di Lantai I Gedung FUAD IAIN Kendari, Kamis (28/7/2021).

NGO tersebut katanya, melirik Mini Bank Sampah yang didirikan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari sebagai mitra dalam kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

“Kami telah merumuskan beberapa program terkait Mini Bank Sampah ini diantaranya Koperasi Mini Bank Sampah, Integrasi Kurikulum, Kelas Pembuatan Daur Ulang Sampah dan Aktifitas Sosial, semoga bisa segera terlaksana,” harapnya.

Salah satu volunteer NGO, Mrs.Gelle yang juga merupakan dosen Fisika di salah satu Perguran Tinggi Perancis memberi apresiasi atas inisiatif FUAD IAIN Kendari dalam mendirikan mini bank sampah dilingkungan kampus. Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki oleh Organisasi Naturevolution Indonesia yang berpusat di Desa Toli-Toli Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe, IAIN Kendari merupakan perguruan tinggi pertama di Sulawesi Tenggara yang memiliki Mini Bank Sampah.

“Program Mini Bank Sampah FUAD IAIN Kendari sangat menginspirasi khususnya bagi kalangan mahasiswa sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Ini dapat menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain khususnya di Sulawesi Tenggara. Saya pun akan menceritakan tentang ini ke mahasiswa saya saat kembali ke Perancis,” ungkapnya.

Kegiatan kunjungan para volunteer Organisasi Naturevolution dirangkaian dengan Focus Group Discussion Dakwah Lingkungan yang dihadiri oleh delapan volunteer Organisasi Naturevolution dari Perancis dan tiga volunter Organisasi Naturevolution Indonesia. Selain itu turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Husain Insawan, M.Ag, Dekan FUAD Dr. Nurdin Karim, M.Pd, Para Wakil Dekan FUAD, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kendari Arifin Rauf, S.Hut., M.Si, Dosen dan Pegawai lingkup IAIN Kendari, volunteer Mini Bank Sampah FUAD dan mahasiswa Universitas Halu Oleo.

  • Bagikan