Walau Tidak Terpantau di Kolaka, Awal Ramadhan Dipastikan 1 Maret 2025
Kolaka, Sibernas.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama BMKG, IAIN Kendari dan organisasi keagamaan mengadakan Rukyatul Hilal penentuan datangnya bulan Ramadhan 1446 Hijriah di Pantai Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka, Jumat (28/3/25).
Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Rauf, di Kolaka, menyampaikan hilal awal Ramadhan tidak terpantau di Pantai Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka.
“Untuk hasil pemantauan tim rukyat hingga proses selesai, hilal tidak dapat terlihat karena tertutup awan. Namun berdasarkan data ketinggian hilal berada pada 3,66 derajat di atas ufuk hakiki.
Dengan demikian kata dia, awal puasa Ramadhan 1446 H/2025 kemungkinan mulai Sabtu, 1 Maret 2025. Namun, keputusan penetapan awal puasa Ramadhan menunggu sidang isbat di Kemenag Pusat, Jumat malam.
Abdul Rauf mengatakan pemantauan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dan di Sulawesi Tenggara di pusatkan di Pantai Anaiwoi Kabupaten Kolaka.
Dia menjelaskan, Hisab Imkan/Kriteria Baru Mabims Imkanul Rukyat, yang dipedomani Pemerintah saat ini digunakan/diimplementasikan berdasarkan Muzyakarah Mabims Tahun 2022; sudah terjadi ijtima, tinggi hilal 3,66 derajat atau umur bulan 9 jam 27 menit ke atas dan jarak lengkung Matahari – Bulan (sudut elongasi) 5,27 derajat.
“Dengan demikian berdasarkan data Hisab dan Hasil Hisab astronomis tersebut di atas dan Implementasi Imkanul Rukyat dengan kriteria baru Mabims yang dipedomani, serta Visibilitas Hilal Berpotensi tidak teramati, maka Awal 1 (satu) Ramadhan 1446 Hijriah diperkirakan akan Jatuh pada hari Sabtu Tanggal 1 Maret 2025 M,” katanya.
Namun demikian kata dia, tetap melakukan observasi secara maksimal untuk memastikan visibilitas hilal teramati.
Lebih lanjut dia mengatakan hasil hisab tersebut dijadikan sebagai referensi dan alat bantu informasi dalam melakukan Rukyatul Hilal Awal Bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Pembuktian pada saat observasi atau pengamatan.
“Hilal di lapangan pada saat pelaksanaan Rukyatul Hilal (Konfirmatif), awal Bulan Ramadhan 1446 Hijriah tahun 2025 Masehi,” katanya.
¹Hasil rukyat akan dilaporkan sore ini juga kepada Menteri Agama, kepastian penetapan awal bulan Ramadhan 1446 Hijriah akan diputuskan melalui musyawarah bersama pada sidang isbat dan ditetapkan oleh Menteri Agama RI ba’da magrib WIB.
“Setelah melakukan pemantauan, hasil rukyat tersebut akan dikirim ke Kementerian Agama RI, sebagai bahan laporan dalam sidang Isbat awal Ramadhan1446 Hijriah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Saleh mengatakan berdasarkan hitungan secara astronomi tidak ada perbedaan terkait penentuan awal Ramadhan.
“Tetapi yang kita lakukan validasi secara syariat dan memungkinkan terjadi perbedaan karena metode pendekatannya,” katanya.
Ia meminta warga untuk laksanakan Ramadhan dengan teduh, dan yang tidak laksanakan maka hargai yang melaksanakan puasa.
Ia juga mengajak umat islam untuk tidak memperlebar dan memperbesar perbedaan diantara semua, karena dua metode hizab dan rukhiyat benar adanya.
“Karena itu kedepankan toleransi dalam memakai perbedaan. Karena perbedaan itu adalah rahmat,” katanya.
Turut Ketua NU Sultra, KH, Muslim, Pimpinan MUI Sultra dan sejumlah Pimpinan Ormas Keagamaan Islam, Biro Kesra Pemprov Sultra, Kabag Kesra Pemda Kolaka, Pejabat Administrator Kanwil, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se Sultra, Tim Hisab BMKG, Pengadilan Agama dan segenap tim rukyatul hilal.