MTQ XXIX Sultra Resmi Digelar, Gubernur Apresiasi Panitia Laksanakan Etno Religi Carnaval

  • Bagikan

Kendari, Sibernas.id – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai salah satu event keagamaan di Indonesia secara historis dimulai sejak tahun 1940. Hingga hari ini, telah mengalami berbagai perubahan, yang penyelenggaraannya tidak hanya dilandasi nilai-nilai keagamaan, juga mengandung nilai-nilai kebangsaan yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan, toleransi, saling menghormati dan saling menghargai.

Demikian disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi, saat membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-29 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022, yang berlangsung di Aula Claro Hotel Kendari, Rabu (10/8/2022).

Pembukaan MTQ ke-29 tingkat Sulawesi Tenggara ini dihadiri oleh Menteri Agama RI yang diwakili Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam H Kamaruddin Amin, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Sulawesi Tenggara H. Zainal Mustamin, Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh, Bupati dan Walikota se Sultra, Forkopimda, Kepala Kemenag kab/kota, tokoh masyarakat, para kafilah 17 kabupaten/kota se Sultra serta para undangan lainnya.

Gubernur mengatakan, semangat kebangsaan yang dihadirkan dalam perhelatan MTQ, nampak dan dapat dipahami dari baris lirik mars MTQ “Gema Musabaqah Tilawatil Qur’an Pancaran Ilahi. Cinta Pada Allah Nabi Dan Negara Wajib Bagi Kita. Musabaqah Tilawatil Qur’an Agung Wahyu Kalam Tuhan. Pancasila Sakti Dasar Indonesia Pujaan Bangsaku”.

“Alhamdulillah, bagi kita di Sulawesi Tenggara, pelaksanaan MTQ menjadi implementasi pelaksanaan program prioritas pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya program Sultra Beriman. Saya selaku Gubernur Sulawesi Tenggara senantiasa mendorong dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya mensukseskan kegiatan MTQ khususnya terkait penyediaan dan alokasi anggaran kegiatan MTQ bersama wakil gubernur dan ketua DPRD Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Gubernur lantas berharap kepada para bupati dan Walikota se Sulawesi Tenggara, agar memiliki komitmen yang sama dalam menempatkan kegiatan MTQ sebagai salah satu program prioritas di tingkat kabupaten/kota. Dan tentunya dengan tetap menghargai agama-agama lain yang ada di Sulawesi Tenggara.

“Hubungan harmoni antar umat beragama di Sulawesi Tenggara sangat begitu baik. Ada masjid dan gereja satu atap yang hidup berdampingan sampai hari ini. Ini menunjukan, dengan komitmen yang kuat akan terbentang jalan dan solusi untuk menutupi keterbatasan yang kita miliki,” terangnya.

Sebagaimana pesan kata bijak ‘Jika ada kemauan yang kuat dan bersungguh-sungguh, membuka jalan yang akan kita tempuh. Pesan bijak ini memberikan isyarat, agar keterbatasan tidak menjadi alasan menghambat komitmen untuk melakukan hal-hal besar dan mendasar untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai bersama.

“Hari ini kita saksikan bersama dengan persiapan alokasi waktu yang sangat mendesak, pemerintah Sulawesi Tenggara mampu menyelenggarakan MTQ tingkat provinsi Sulawesi Tenggara. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia dan semua pihak terkait, khususnya kepada Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara dan LPTQ Sultra yang tak kenal lelah memberikan dukungan dan bekerja sama dengan baik untuk menyukseskan kegiatan MTQ Sultra,” imbuhnya.

Menyambut Ulang tahun Kemerdekaan RI yang ke-77, dirinya juga menyambut baik inisiatif Kakanwil Kemenag Sultra dan panitia, untuk menjadikan MTQ sebagai momentum dalam memperkokoh kerukunan umat beragama, suku dan budaya melalui Pawai Ta’aruf dan Etno religi Karnaval serta deklarasi kebangsaan untuk mengukuhkan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Dengan mengusung tema ‘MTQ Nusantara Merdeka Bertoleransi, Bersahabat, Bermartabat, Menyongsong 77 tahun Indonesia Merdeka.

Hal ini menurut Gubernur, nampak dari keterlibatan puluhan ribu masyarakat dari berbagai paguyuban ormas dan elemen masyarakat turun ke jalan melaksanakan Pawai Ta’aruf dan Etnoreligi karnaval dalam mendukung MTQ dan menyongsong 77 tahun Indonesia merdeka meskipun dalam kondisi hujan deras.

“Melalui tema tersebut kita juga berharap MTQ dapat mengantarkan kita menjadi pribadi yang mampu beradaptasi dengan segala perbedaan. Kita berbeda tapi kita adalah NKRI, mampu meningkatkan derajat kemuliaan dengan tuntunan Alquran serta mampu menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia dalam mewujudkan negeri yang baldatun toyyibatun warobbun Ghofur,” tegasnya.

“Selamat bermusabaqah, dengan menunjung tinggi semangat kekeluargaan. Semoga meraih hasil yang terbaik sebagaimana yang diharapkan,” tutup Gubernur.

Pembukaan MTQ ke-29 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ini ditandai dengan pemukulan Gong oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, didampingi Wakil Gubernur, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Sultra serta disaksikan seluruh undangan yang hadir.

  • Bagikan